Himbauan Dr.H.Piprim Basarah Yanuarso, SpA (K) sekjen PB Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Himbauan Dr.H.Piprim Basarah Yanuarso, SpA (K) sekjen PB Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Masih banyak yang bingung tentang vaksinasi MR kenapa diberikan pada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun padahal katanya MR ini kan untuk cegah Sindrom Rubella Kongenital yang menyerang janin dan bikin bayi lahir cacat berat.. gimana logikanya ya..?
Jadi gini ibu-ibu yang baik hati dan tidak sombong serta peduli dengan kesehatan anak-anaknya…
Di Indonesia negeri tercinta ini masih banyak lahir bayi dengan sindrom Rubella Kongenital.. tau kan bayi yg lahir buta, tuli, otak kecil, jantung bocor..
Nah bayi tsb jadi sakit berat kayak gitu karena si ibu tertular Rubella saat dia hamil muda. Hampir 90% ibu hamil muda yang tertular Rubella maka janinnya bisa cacat berat kayak gitu.
Nah si virus Rubella itu hidup subur berkembang biak di anak-anak kelompok usia 9 bulan sampai 15 tahun.
Jadi kalo kita ingin melindungi bumil agar tidak tertular Rubella maka di Indonesia negeri tercinta ini virus Rubella harus kita basmi agar lenyap. Bagaimana caranya ?
Nah itu dia cara basmi Rubella adalah dengan imunisasi serentak anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun yang jadi tempat hidupnya si Rubella itu. Harus serentak bareng-bareng seluruh negeri agar si Rubella hilang. Cakupan imunisasi harus LEBIH DARAI 90%. Kalo ngga tercapai karena banyak yang menolak ya usaha kita basmi Rubella bisa gagal total. Sudah menyiapkan biaya vaksin dengan mahal eh ditolak pula tanpa ilmu yang bener.
Jadi gitu ya penjelasannya kenapa kok justru anak-anak yang diimunisasi Rubella padahal mau cegah lahirnya bayi cacat

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *