Kenali Gejala Penyakit DBD Pada Anak dan Pencegahannya

Perubahan cuaca berpengaruh pada kesehahatan anak yang paling umum adalah terjadi demam. Demam merupakan salah satu reaksi tubuh karena adanya infeksi bakteri ataupun virus sehingga tubuh melakukan pertahanan dan menyebabkan suhu tubuh meningkat dari keadaan normal.

Keadaan demam pada anak ada yang dinilai biasa ada pula yang berbahaya, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Gejala yang bervariasi pada anak akan menyulitkan dalam mendeteksi terserang demam berdarah dengue atau penderita tidak mengalami gejala yang umum dialami ketika terserang demam berdarah dengue.

Demam yang terjadi pada penderita demam berdarah dengue adalah demam yang membutuhkan pengamatan lebih seksama mengingat demam berdarah dapat terjadi secara tiba-tiba. Jangan menganggap demam berdarah pada anak adalah penyakit biasa dikarenakan demam berdarah pada anak dapat menjadi pendarahan yang hebat dan syok.

Kenali Gejala Demam Berdarah

Untuk mengetahui apakah anak mengalami demam biasa atau Demam Berdarah Dengue (DBD) maka anda dapat mengenali melalui gejala yang sering timbul pada anak yang mengalami demam berdarah :

Timbulnya pendarahan seperti mimisan, gusi berdarah dan lain-lain. Nyeri pada bagian tubuh, seperti kepala, sendi serta mata. Tidak nafsu makan. Muntah muntah, kulit terasa dingin dan lembab pada bagian kaki. Biasanya penderita akan gelisah, bibir kebiruan. Yang paling mencolok adalah munculnya bercak bercak kemerahan pada seluruh tubuh.

Demam berdarah bisa menyerang siapa saja tak terkecuali anak anak. Penyakit DBD pada anak biasanya gejalanya tak muncul secara mencolok. Gejala demam berdarah pada anak biasanya akan muncul setelah 4 atau 2 minggu setelah digigit nyamuk. Selain itu gejala pada anak dan bayi biasanya hanya berupa demam ringan selama 2 hingga 7 hari.

Setelah itu baru muncul gejala demam berdarah yang menimbulkan bercak bercak pada tubuh. Gejala yang khas pada anak anak adalah ruam ruam pada sekujur badan, nyeri ketika di pegang tubuhnya, mual dan muntah tidak nafsu makan, demam yang mendadak tinggi hingga 40 derajat celcius.

Gejala demam berdarah pada anak biasanya akibat mereka baru pertama kali terinfeksi virus tersebut. Setelah mereka sembuh biasanya mereka akan menjadi kebal pada jenis virus tertentu yang menyebabkan demam berdarah. Gejala demam berdarah bisa mengakibatkan shock syndrom yang bisa menimbulkan tidak sadar pada anak anak dan berujung kematian. Oleh karena itu sebaiknya segera ditangani oleh medis untuk mendapatkan perawatan dengan segera.

Pencegahan DBD :

Penyakit DBD dan pencegahannya dapat dilakukan dengan membersihkan lingkungan. Cara membersihkan lingkungan untuk menghindari perkembang biakan jentik nyamuk aedes aegypti adalah dengan melaksanakan 3 M. Yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin. Bak mandi dan kolam perlu dikuras secara rutin untuk menghindari menjadi sarang nyamuk.

Selain dikuras memasukkan ikan di kamar mandi juga bisa dilakukan agar dapat memakan jentik jentik nyamuk. Kedua menutup tempat penampungan air. Penampungan air patut di tutup untuk mencegah nyamuk menetas atau meletakan telur pada penampungan air. Ketiga, mengubur barang barang bekas yang tidak terpakai sehingga tidak menyebabkan genangan air.

Penyakit DBD adalah jenis penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk. Untuk mencegahnya maka merawat kebersihan lingkungan adalah hal yang sangat penting. Selain itu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat.

Jika sudah terlanjur terserang demam berdarah Sebagai pertolongan pertama sebaiknya penderita diberi banyak cairan agar tidak mengalami dehidrasi. Selain itu memberikan obat yang mengandung acetaminofen juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa nyeri. Bagi penderita demam berdarah yang sudah parah maka segera ke dokter untuk menjalani perawatan medis. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *